Loading...
Sejarah

Ada Buah Nanas di Balik Penetapan Pulau Galang Jadi Pengungsian Vietnam

Pulau Galang terletak sekitar 40 Kilometer (Km) arah tenggara dari Singapura ditetapkan sebagai tempat pengungsi Vietnam pada tahun 27 April 1979. Hal ini diungkapkan oleh menteri luar negeri indonesia pada saat itu, Dr. Mochtar Kusumaatmadja yang baru datang dari perjalanan dinas di Zurich, Swiss.

Salah satu alasan ditetapkannya pulau Galang (termasuk pulau Rempang) sebagai pusat pengungsian warga Vietnam adalah tersedianya beberapa fasilitas yang lebih baik di sana. Pulau Galang adalah pulau dengan luas sekitar 63 Km2, dengan jumlah populasi 200 jiwa saat artikel ini dibuat (27 April 1979). Pulau Galang mempunyai perkebunan Nanas, fasilitas jalan dan tempat mendarat pesawat skala kecil.

“Delegasi Senior ASEAN akan melakukan pertemuan di Jakarta pada 14 May (14 may 1979) untuk membahas masalah pengungsi ini,” kata Mochtar.

Tanggal tersebut juga bertepatan dengan acara 2 hari Konferensi Internasional dimana Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah. Konferensi internasional ini akan dihadiri oleh Vietnam, United Nations High Commision for Refugees (UNHCR), anggota ASEAN, beberapa negara maju dan berkembang lainnya.

Mochtar sendiri sudah bertemu perwakilan UNHCR pada saat melakukan perjalan dinas ke Zurich dalam rangka pertemuan internasional.

“Proses pengungsian warga Vietnam sendiri akan langsung dikomandoi oleh UNHCR,” sambungnya.

Artikel ini adalah terjemahan dari The Straits Times, 27 April 1979, halaman 10 dengan judul original : Indonesia decides on Pulau Galang for vietnam refugess.

Sampai saat ini, monumen kemanusiaan di Pulau Galang, tepatnya di Desa Sijantung masih berdiri kokoh, lengkap dengan properti yang digunakan oleh pengungsi. Seperti kapal yang membawa para pengungsi, gereja dan rumah sakit. Di awal 2020, kawasan ini mengalami perubahan, dimana di lokasi tersebut dibangun Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) menggunakan lahan seluas 8 hektar. Bangsal lama kamp pengungsi Vietnam yang difungsikan sejak 1979 hingga 1996 juga direnovasi, fasilitas ini dipakai sebagai hunian untuk dokter, perawat, serta sarana umum.

Tinggalkan Pesan

Editorial
%d bloggers like this: