Loading...
Wisata

Kepri Koral, Ikon Baru Destinasi Pariwisata Bahari dan Ruang Kerja Baru Bagi Masyarakat Pesisir

Terletak di bagian Tenggara Batam, kawasan Kepri Coral direncanakan menjadi ikon pariwisata bahari di Kota Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Program jangka panjang yang disiapkan pengelola kawasan Kepri Coral ini, diyakini menjadikannya sebagai destinasi pariwisata bahari terlengkap di Kepri bahkan Indonesia. Menjadi wadah baru untuk dinikmati wisatawan, baik itu wisatawan nusantara maupun internasional. 

Di Kepri Coral, akan dibangun hotel bintang 4; pelabuhan kapal wisata asing (Yacht); villa menghadap laut lengkap dengan kolam renang; kebun binatang mini; restoran dan penginapan apung; pelabuhan internasional; dan banyak fasilitas lainnya.

Mulai dibangun sejak tahun 2018 lalu, kawasan seluas sekitar 500 Hektar (ha) ini terus berproses. Pembangunannya sudah berjalan sekitar 5 persen dari total area yang ada. 

Berkesempatan menyusuri destinasi-destinasi yang telah terbangun, ada harapan besar Kepri Coral akan memberi warna baru pada konsep pariwisata bahari di Kepri. Kepri Coral juga dirasa akan menjadi wadah baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang ada di sekitarnya.

Ditemani berkeliling kawasan oleh General Manager Kepri Coral, Eddy C Lummawie, kami sering berpapasan dengan banyak karyawan yang umumnya adalah masyarakat lokal Melayu yang tinggal di Pulau Abang dan pulau-pulau lain di sekitar kawasan.

Sejak sampai di Restoran Apung yang menjadi pemberhentian pertama ketika berada di kawasan Kepri Coral, pemuda pemudi Melayu ini sudah bersiap menyambut kedatangan tamu. Mereka berbaris di dekat pintu keluar kapal untuk membasahi tangan pengunjung dengan handsanitizer dan mengarahkan pada tempat mencuci tangan bagi pengunjung yang ingin mencuci tangan dengan sabun. 

Mereka tidak banyak bicara namun terasa ramah, senyum yang selalu terurai setiap berpapasan atau berkontak mata dengan mereka membuat nyaman. Mereka kembali bekerja melayani para tamu setelah sekitar 3 bulan lamanya Kepri Coral tutup karena Pandemi Covid-19. Selama tutup, para warga lokal ini tetap dipekerjakan di divisi lain untuk tetap mendukung pembangunan Kepri Coral.

Layanan di awal kedatangan tersebut, berlanjut sampai ke kawasan utama restoran apung ini. Dengan senyum yang tetap terjaga, para pekerja menyiapkan suguhan minuman pembuka, segelas teh hangat dengan Batang Serai di dalamnya. Di atas meja juga disediakan bungkusan gula untuk menambah rasa manis pada minuman. Saya habiskan 3 gelas wkwkwk.

Di sana, tidak semua kursi yang mengitari meja terpakai. Ada tanda silang besar memenuhi bagian kursi untuk menandakan tidak boleh diduduki, menyesuaikan dengan protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19. Puluhan meja yang awalnya bisa dipakai masing-masing 4 orang, kini berkurang setengahnya.

Eddy mengaku maklum, pihaknya juga siap dengan penerapan protokol kesehatan tidak hanya di restoran apung ini saja, bahkan meliputi semua kawasan Kepri Coral yang sudah bisa dinikmati para pengunjung.

Beberapa atraksi wisata air yang bermula dari restoran apung ini juga ikut dengan protokol kesehatan yang dianjurkan, utamanya perihal social distancing. Persiapan ketika akan snorkeling, ketika duduk di wahana Bananaboat dan sharkboat, memantau biota laut di kawasan aquarium, ditata berjarak demi tidak terjadi kerumunan. 

Terasa agak aneh memang, namun hal tersebut nampaknya tidak mengganggu pengunjung untuk bersenang-senang. mereka tetap napak menikmati momen-momen itu, saling mengingatkan untuk tetap menjaga social distancing satu sama lain.

Ketika berada di restoran apung ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan pantai di bagian depan dan tulisan ‘WELCOME TO KEPRI CORAL’ dalam ukuran besar yang berdiri di sisi kanan. Sementara di sisi kiri kawasan berdiri patung-patung berbentuk karakter binatang laut seperti Penyu, Gonggong, Kepiting dan jenis binatang laut lain. 

Di bagian kiri ini juga, sudah terbangun ruas jalan yang persis berada di bibir pantai. Jalan yang dibuat menyusuri bibir pantai, pelabuhan internasional yang tengah dalam proses pembangunan, hingga mengitari kawasan hutan Mangrove, biasanya dilalui pengunjung dengan sepeda yang disiapkan oleh pengelola kawasan. 

Dari perjalanan bersepeda, akan nampak pondok-pondok tempat bersantai di kawasan hutan mangrove dan penginapan unik berupa bangunan berbentuk setengah lingkaran di bagian akhir jalan. 

Kami beranjak dari restoran apung seusai makan siang dengan menu seafood. Bergerak dengan kapal yang khusus mengangkut pengunjung ke darat dan mengantar kemabli ke restoran apung yang juga smemiliki 16 kamar tidur untuk tamu yang mau menginap. Bagian depan dinding kapal bisa dibuka, berfungsi sebagai tangga untuk dilalui pengunjung ketika sudah merapat di bibir pantai.

Siang itu, cuaca cukup cerah dan panas, namun tidak menyurutkan niat bersepeda menyusuri sepanjang rute kawasan pantai dan hutan mangrove. 

Eddy juga ikut menyusuri kawasan ini, tapi tidak dengan sepeda. Ia naik Buggy Car mengimbangi kecepatan pengunjung mengayuh. Sesekali ia mengambil gambar, menyemangati pengunjung dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penasaran dari mereka.

Masuk ke kawasan hutan mangrove, ternyata tidak hanya ada pondok tempat bersantai dengan pelantar yang bercabang di atas akar napas Pohon Bakau. 

Di beberapa sudut hutan mangrove ini juga tengah dibangun fasilitas menginap pengunjung. Ada juga wahana permainan layaknya lokasi outbond. Terdiri atas susunan jembatan kayu yang bisa dilewati dengan berpegangan pada tali; jembatan dari sebatang kayu sepanjang kurang lebih 10 meter dan beberapa permainan menguji adrenalin lain.

Tour singkat Kepri Coral di tengah pandemi ini berakhir di sebuah Clubhouse. Posisinya tidak jauh dari rute awal pengunjung bersepeda. Beristirahat sambil minum Teh dan menghabiskan semangkuk Bubur Kacang Hijau.

Clubhouse ini memiliki fasilitas ruang makan, karaoke, dan kolam renang. Eddy berbincang banyak soal rencana pembangunan Kepri Coral di sini. Mulai dari dukungan fasilitas untuk menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan, sampai pada persiapan Kepri Coral sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang prosesnya ditargetkan segera selesai.

Pada prosesnya, pembangunan Kepri Coral sendiri berorientasi lingkungan. Pembangunan dilakukan di lokasi yang tidak mengganggu dan merusak hutan. Keasrian juga menjadi nilai jual dari Kepri Coral, daerah yang masih gersang ditanami dan yang sudah hijau akan jaga. 

Dengan fasilitas yang ada dalam 5 persen pembangunan kawasan Kepri Coral, Eddy mengaku pihaknya sudah menerima tamu. Kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara terhitung berimbang, karena memang manajemen Kepri Coral tidak memberi batasan bagi siapa saja yang mau berkunjung. Mereka bebas menikmati layanan sesuai dengan pilihan masing-masing. 

Di Kepri Coral pernah dilakukan konser privat yang ditaja oleh perusahaan asal Jerman, pernah ada MoU event internasional yang diprakarsai oleh Asosiasi Pariwisata Bahari (Aspabri) Kepri. Saat itu hadir perwakilan dari Filipina, Tahailand, Singapura dan negara-negara Asia lain.

Lebih jauh, ketika menyinggung perihal kondisi tatanan global yang berubah karena pandemi Covid-19 yang tengah berlangusng, pihaknya berusaha tetap optimis dan ikut arahan pemerintah. Layanan Kepri Coral sempat tutup dan  seluruh karyawan diberdayakan untuk kegiatan lain sekitar 3 bulan. Kondisi ini tentu berdampak pada sisi bisnis, namun tidak mengganggu progress pembangunan.

Kini, Kepri Coral kembali buka, dengan tatanan normal baru. Mengembalikan gerak perekonomian di wilayah pesisir namun tetap mendukung pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19.

Pengelola destinasi pariwisata bahari Kepri Coral, tidak hanya menyiapkan destinasi, namun juga infrastruktur pendukung untuk memudahkan pengunjung sampai dengan aman dan nyaman. Titik kumpul pengunjung biasanya berada di Kepri Mall, Batam Centre, Batam. Dari sana pengunjung akan dibawa berkendara sekitar 40 menit sampai satu jam menuju dermaga yang terletak di Jembatan 6 Barelang, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang. 

Gedung utama dermaga ini cukup besar dan nyaman untuk pengunjung transit sebelum menyeberang. Lokasinya pun mudah diketahui, karena gerbang bertuliskan ‘Kepri Coral’ terpajang cukup besar.

Keamanan dan kenyamanan kapal yang dipakai untuk menyeberang tak perlu diragukan lagi. Berkapasitas ratusan orang, kapal penyeberangan ini memiliki ruang berpendingin udara, tempat duduk yang nyaman. Di bagian atap kapal juga disediakan kursi untuk pengunjung yang ingin menikmati sekitar 40 menit perjalanan menuju Kepri Coral. Dari sini akan terlihat pulau-pulau kosong, perkampungan nelayan dan landscape yang memanjakan mata.

Tinggalkan Pesan

Editorial
%d bloggers like this: