Loading...
PolitikSejarah

Pilkada Belum Mulai, Pencoblosan di Kampung Monggak Sudah Selesai

Kemeriahan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tingkat kabupaten kota dan provinsi di Kepulauan Riau (Kepri) sudah terasa sejak akhir tahun 2019 lalu. Bongkar pasang calon peserta kontestasi mewarnai hari-hari masyarakat Kepri sampai saat ini.

Pada prosesnya, ada pasangan yang sudah siap berlaga lengkap dengan dukungan partai dan tim suskses di belakangnya, ada yang masih mencari keyakinan tambahan untuk maju, ada juga calon yang memutuskan mundur bahkan ketika tahapan pilkada baru memasuki periode awal.

Barangkali sama dengan daerah lain, proses menuju tahapan pesta demokrasi kali ini terasa lebih panjang. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan, pilkada kali ini sejatinya berlangsung pada tengah tahun, akhirnya mundur hingga awal Desember 2020. Tidak hanya jadwal, teknis pelaksanaan tahapan pilkada nampaknya juga akan berubah, menyesuaikan dengan protocol kesehatan jika nantinya pilkada ini tidak kembali diundur.

Kondisi ini memberi ruang lebih bagi para kandidat menyusun strategi, mereka tetap pasang kuda-kuda meski pilkada ditunda. Bergerilya, bersanding dengan gerak penanganan penyebaran Covid-19 di hampir setiap daerah di Indonesia.

Tidak hanya di kota, Pilkada dan Corona (Covid-19) juga sudah menyentuh wilayah kampung. Di pesisir Batam, keduanya menjadi topik yang cukup sering dibahas. Sampai-sampai ada seekor kucing di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam, Kepri yang dinamai Covid, padahal ia berbanding terbalik dengan Covid-19 yang mematikan. Kasihan kucing berbulu putih dengan mata biru itu.

Di Kampung Monggak ini memang tidak sampai ada kucing yang dinamai Pilkada, tapi kontes pemilihan di awal Agustus lalu berlaku di sini, tepatnya 2 hari setelah Idul Adha 1441 Hijriyah/2020 Masehi. Sebuah agenda pesta demokrasi level kampung digelar, Pemilihan Ketua Pemuda Kampung Monggak.

Dua orang kandidat maju sebagai calon, semua warga laki-laki berusia 17 sampai 50 tahun di kampung yang tersebar dalam dua Rukun Tetangga (RT) ini menjadi peserta. Gabungan anak muda dan tetua kampung sebagai panitia penyelenggara.

Ketua RT dan Rukun Warga (RW) menjadi saksi, mereka duduk di kursi sambil menghisap rokok, menikmati simulasi salah satu tahapan terpenting dalam Pilkada-pencoblosan dan penetapan pemenang.   

Pagi itu, Minggu (2/8), segala kelengkapan disiapkan, sederhana tapi komplit. Surat suara lengkap dengan foto kandidat; bilik suara yang terbuat dari kardus mie instan ditempatkan di atas meja; absensi pemilih yang wajib diisi sebelum mendapatkan kertas suara; dua kandidat duduk bersebelahan berhadapan dengan ketua RT dan RW sebagai saksi acara.

Kesiapan panitia ini berbanding lurus dengan antusiasme pemuda untuk memilih. Mereka sudah berkumpul sekitar 30 menit sebelum pemilihan digelar pada pukul 08.30 WIB. Duduk bergerombol membentuk kelompok kecil di sekitar lokasi. Ada yang di bawah pohon, di beranda rumah warga, ada juga yang duduk di tepi jalan persisi di dekat lokasi pemilihan.

Suara mereka menggoda kedua kandidat yang duduk bersebelahan jamak terdengar, berlanjut dengan riuh tawa di sekitar lokasi. Ketegangan sepertinya tak diberi ruang dalam kontes kali ini. Hilang ditelan antusias pemuda menjalankan proses penentuan wakil mereka di masa depan.

Canda menggoda ini bahkan sudah terjadi beberapa hari sebelum pemilihan. Kandidat yang sudah menyatakan kesiapan, selalu jadi perhatian utama dalam banyak kondisi. Padahal ia tidak tengah kampanye, hanya berlaku layaknya anak muda lain ketika berkumpul bersama. Begitulah kenyataannya.

Proses pemilihan berlagsung cepat, begitu juga dengan penghitungan dan penetapan pemenang yang langsung duduk sebagai Ketua Pemuda Kampung Monggak Periode 2020-2023. Semua bergembira, merayakan kemenangan dan saling memberi selamat, saling memberi semangat.

“Saya kalah tak masalah, pemilihan memang begitu, ada menang dan kalah,” kata Indra, kandidat yang kalah 15 suara dari Jupen yang menjadi pemenang.

Pilkada memang masih lama, tapi pemuda Kampung Monggak sudah menyelesaikan pencoblosan. Memberi contoh akan proses berdemokrasi yang berjalan dengan gembira. Kondisi ini, harapannya bisa berlaku juga pada momen pilkada Kota Batam, Bintan, Karimun, Anambas, Lingga dan Provinsi Kepri akhir tahun 2020 mendatang.

Sebagai informasi, pada pemilu legislatif (Pileg) 2019 lalu, KPU Kota Batam (Antara Kepri Edisi Rabu 15 Mei 2019) mencatat angka partisipasi pemilih di 12 Kecamatan di Batam sebesar 72,24 persen. Sedikit lebih rendah dari target partisipasi di angka 77,5 persen.

Partisipasi tertinggi berada di Kecamatan Bulang sebesar 81,41 persen dari 7.779 DPT. Sedangkan kecamatan dengan partsipasi terendah ada di Kecamatan Lubuk Baja dengan angka 64,34 persen. Kecamatan Galang sendiri duduk di peringkat tiga tertinggi dengan angka 79,98 persen.

Partisipasi pemilih Batam pada pileg 2014 sebesar 62,93 persen, pilpres 2014 sebesar 53,9 persen dan pilkada 2015 sebesar 47,11 persen, lebih rendah dibanding capaian pileg 2019, Meskipun belum memenuhi target KPU.

Berkaca dari Pemilihan Ketua Pemuda Kampung Monggak yang antusias diikuti dan tren peningkatan partisipasi masyarakat pada pileg lalu, rasanya tinggal menjaga keterikatan masyarakat pada proses pemilihan ini. Meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki peran dan tanggungjawab atas terpilihnya pemimpin, baik itu di tingkat kabupaten kota maupun di tingkat provinsi.

Tugas itu tentu tidak hanya menjadi beban KPU selaku penyelenggara pemilu saja, tapi juga menjadi tanggung jawab kandidat melalui kampanye yang dilakukan, tanggung jawab kaum terdidik yang memiliki pemahaman komprehensif tentang pemilu, termasuk anak-anak muda yang lebih banyak mendapatkan informasi soal itu melalui media massa dan jejaring sosial.

Lebih dari itu, masyarakat sebagai pemilih, khususnya di pesisir harus mendapatkan edukasi bagaimana berpolitik secara bijak, tidak justru memanfaatkan ketidaktahuan mereka dengan taktik yang tidak-tidak, seperti politik uang dan janji-janji kosong yang pada akhirnya membuat masyarakat malas untuk terlibat dalam pemilihan.

Tinggalkan Pesan

Editorial
%d bloggers like this: